๐ฌ๐ง English ๐ก Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan โฅ
They have a policy that you must always ask "why" five times to ensure quality and get to the heart of the issue.
I would say that this is a typical Blue approach (in addition to the Japanese mentality, which is very long term and rather Blue in expression).
So let's say someone discovers an oil stain on the floor.
A Red approach might be to lambast the person closest to him and then order him to mop up the stain.
A Yellow sees the stain and then forgets it but two days later is surprised when he slips on it.
Exolent Course
Hal. 240
๐ฎ๐ฉ Bahasa Indonesia โฅ
Mereka punya kebijakan untuk selalu bertanya "kenapa" lima kali demi memastikan kualitas dan menemukan akar masalah.
Menurutku ini adalah pendekatan khas Biru (selain mentalitas Jepang yang memang sangat berorientasi jangka panjang dan cukup Biru dalam ekspresinya).
Jadi misalnya seseorang menemukan noda oli di lantai.
Pendekatan si Merah mungkin adalah memarahi orang terdekat lalu menyuruhnya mengepel noda itu.
Si Kuning melihat nodanya lalu melupakannya begitu saja, tapi dua hari kemudian kaget saat terpeleset karenanya.
Exolent
Hal. 240
๐ Catatan
โฅ
๐ก Inti Halaman Ini Buka / Tutup
Kebijakan Toyota untuk selalu bertanya 'kenapa' lima kali dianggap sebagai pendekatan khas Biru. Penulis mengilustrasikannya lewat contoh noda oli di lantai: si Merah langsung memarahi orang terdekat, sementara si Kuning melupakannya sampai terpeleset sendiri.
๐Kosakata(0) Buka / Tutup
Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (๐๏ธ) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!