Exolent Library

Who Moved My Cheese ?
Surrounded By Idiots
Steal Like An Artist
The Let Them Theory
Say It

Say It

Sedang Dibaca
๐Ÿ”ฅ 54% Selesai
Hal. 161 dari 297
๐Ÿ“‚

๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง English ๐Ÿ’ก Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan โœฅ

At times, even Obama felt pressure to speak in a way that he felt wasn't authentic to who he was. "There were times when my political advisers wanted me to say things in a certain way that might have worked for a more conventional politician. But I didn't want to be a conventional politician," Obama told me. He pointed to his desire to talk about hard, sometimes uncomfortable, truths โ€”for example, around raceโ€” even if it cost him some votes. "Maybe that's another lesson," he said.
Exolent Course Hal. 161

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Bahasa Indonesia โœฅ

Kadang-kadang, bahkan Obama pun merasa tertekan untuk berbicara dengan cara tertentu yang menurutnya tidak autentik dengan siapa dirinya sebenarnya. "Ada kalanya penasihat politikku ingin aku mengatakan sesuatu dengan cara tertentu yang mungkin cocok untuk politisi yang lebih konvensional. Tapi aku tidak ingin menjadi politisi konvensional," kata Obama kepadaku. Dia menunjuk pada keinginannya untuk membicarakan kebenaran yang sulit, kadang tidak nyaman, โ€”misalnya soal rasโ€” meski itu berisiko kehilangan sejumlah suara. "Mungkin itu pelajaran lain," katanya.
Exolent Hal. 161

๐Ÿ“ Catatan
โœฅ

Riwayat

๐Ÿ’ก Inti Halaman Ini Buka / Tutup

Bahkan Obama sendiri pernah merasa tertekan untuk berbicara dengan cara yang menurutnya tidak autentik, misalnya saat penasihat politiknya menginginkan gaya yang lebih konvensional. Namun Obama menolak menjadi politisi konvensional dan tetap memilih membicarakan kebenaran yang sulit, seperti soal ras, meski berisiko kehilangan suara.

๐Ÿ“‘Kosakata(0) Buka / Tutup

Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (๐Ÿ–๏ธ) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!

ยซ Hal. 161 / 297 ยป