๐ฌ๐ง English ๐ก Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan โฅ
That was my story โat least the story I often told myself.
To buck me up, my sister Erica, a talented artist on Cape Cod, sent me a book, The War of Art, by the author and screenwriter Steven Pressfield.
He talks about the barriers to confidence and creativity and warns against defining ourselves in comparison to others.
A person who "defines himself by his place in a pecking order," he wrote, will "evaluate his happiness/success/achievement by his rank within the hierarchy."
I'd been doing exactly that, I realized, for most of my professional life.
Exolent Course
Hal. 17
๐ฎ๐ฉ Bahasa Indonesia โฅ
Itulah kisahku โsetidaknya kisah yang sering kuceritakan pada diriku sendiri.
Untuk menyemangatiku, saudariku Erica, seorang seniman berbakat di Cape Cod, mengirimiku sebuah buku, The War of Art, karya penulis dan penulis skenario Steven Pressfield.
Ia membahas hambatan-hambatan bagi rasa percaya diri dan kreativitas serta memperingatkan agar kita tidak mendefinisikan diri dengan membandingkan diri pada orang lain.
Seseorang yang "mendefinisikan dirinya berdasarkan posisinya dalam tatanan hierarki," tulisnya, akan "menilai kebahagiaan/kesuksesan/pencapaiannya berdasarkan peringkatnya dalam hierarki tersebut."
Aku sadar, aku telah melakukan persis hal itu, selama sebagian besar hidup profesionalku.
Exolent
Hal. 17
๐ Catatan
โฅ
๐ก Inti Halaman Ini Buka / Tutup
Itulah kisah yang sering diceritakan penulis pada dirinya sendiri. Saudarinya, Erica, mengirimkan buku The War of Art karya Steven Pressfield yang memperingatkan bahaya mendefinisikan diri lewat perbandingan hierarkis dengan orang lain, dan penulis menyadari bahwa ia telah melakukan persis hal itu sepanjang karier profesionalnya.
๐Kosakata(0) Buka / Tutup
Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (๐๏ธ) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!