๐ฌ๐ง English ๐ก Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan โฅ
"The whole thing was a farce," he explained years later, and his "one minute oration" was "the biggest farce of all."
"That's the last time you will ever hear another speech out of me," he told a friend.
"I've got no business speaking for Black folks."
Decades later, I asked Obama what he meant.
His struggles with his racial identity โwith a white mother from Kansas and a Black father from Kenya, and having been largely raised by his white grandparentsโ were "part of" the reason for how he felt at the rally, he told me.
Exolent Course
Hal. 20
๐ฎ๐ฉ Bahasa Indonesia โฅ
"Semuanya itu cuma lelucon," jelasnya bertahun-tahun kemudian, dan "orasi semenit"-nya adalah "lelucon terbesar dari semuanya."
"Itu terakhir kalinya kau akan pernah mendengar pidato lain dariku," katanya kepada seorang teman.
"Aku tidak berhak bicara mewakili orang-orang kulit hitam."
Puluhan tahun kemudian, aku bertanya pada Obama apa maksudnya.
Pergulatannya dengan identitas rasialnya โdengan ibu kulit putih dari Kansas dan ayah kulit hitam dari Kenya, serta sebagian besar dibesarkan oleh kakek-neneknya yang kulit putihโ "menjadi bagian" dari alasan atas perasaannya saat unjuk rasa itu, katanya padaku.
Exolent
Hal. 20
๐ Catatan
โฅ
๐ก Inti Halaman Ini Buka / Tutup
Obama kelak menyebut orasi semenitnya di unjuk rasa itu sebagai "lelucon terbesar" dan sempat berkata itu pidato terakhirnya karena merasa tidak berhak bicara mewakili orang kulit hitam. Saat ditanya penulis puluhan tahun kemudian, Obama menjelaskan bahwa pergulatannya dengan identitas rasโibu kulit putih dari Kansas dan ayah kulit hitam dari Kenyaโturut membentuk perasaannya hari itu.
๐Kosakata(0) Buka / Tutup
Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (๐๏ธ) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!