🇬🇧 English 💡 Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan ✥
When the U.S. military commander in Afghanistan, General Stanley McChrystal, made disparaging remarks about his civilian leaders, Obama had to decide what to do.
He asked for two drafts —one speech dismissing McChrystal, one keeping him.
Seeing the two drafts —all the arguments laid out clearly— apparently helped Obama make his decision.
The next day, he accepted McChrystal's resignation.
Yes, Writing Is Hard . . .
Exolent Course
Hal. 277
🇮🇩 Bahasa Indonesia ✥
Ketika komandan militer AS di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal, membuat pernyataan merendahkan tentang para pemimpin sipilnya, Obama harus memutuskan apa yang harus dilakukan.
Ia meminta dua draf pidato —satu untuk memberhentikan McChrystal, satu lagi untuk mempertahankannya.
Melihat kedua draf itu —dengan semua argumen tersaji jelas— tampaknya membantu Obama mengambil keputusan.
Keesokan harinya, ia menerima pengunduran diri McChrystal.
Ya, Menulis Itu Sulit . . .
Exolent
Hal. 277
📝 Catatan
✥
💡 Inti Halaman Ini Buka / Tutup
Ketika Jenderal Stanley McChrystal membuat pernyataan merendahkan tentang pemimpin sipilnya, Obama meminta dibuatkan dua draf pidato—satu untuk memberhentikannya, satu lagi untuk mempertahankannya—sebagai cara membantunya mengambil keputusan. Dengan melihat kedua argumen tersaji jelas, keesokan harinya Obama menerima pengunduran diri McChrystal, mengantar ke bagian baru "Ya, Menulis Itu Sulit...".
📑Kosakata(0) Buka / Tutup
Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (🖍️) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!