๐ฌ๐ง English ๐ก Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan โฅ
My own anxieties around public speaking as an adult started to make more sense.
Back home as a kid, I felt the safety, love, and belonging that Dr. Hendriksen described.
Even in Washington, I was blessed with friendships and opportunities that should have bolstered my confidence.
I worked on my first speech for a president, Bill Clinton, when I was a college intern at the White House.
I got my first speechwriting job a few years later, at the Pentagon, and went on to become the chief speechwriter for the secretary of defense.
Exolent Course
Hal. 7
๐ฎ๐ฉ Bahasa Indonesia โฅ
Kecemasanku sendiri soal berbicara di depan umum saat dewasa mulai terasa lebih masuk akal.
Dulu di kampung halaman saat masih kecil, aku merasakan rasa aman, cinta, dan rasa memiliki yang digambarkan Dr. Hendriksen.
Bahkan di Washington, aku diberkati dengan persahabatan dan kesempatan yang seharusnya memperkuat rasa percaya diriku.
Aku mengerjakan pidato pertamaku untuk seorang presiden, Bill Clinton, ketika aku masih menjadi mahasiswa magang di Gedung Putih.
Beberapa tahun kemudian aku mendapatkan pekerjaan penulis pidato pertamaku, di Pentagon, dan kemudian menjadi kepala penulis pidato bagi menteri pertahanan.
Exolent
Hal. 7
๐ Catatan
โฅ
๐ก Inti Halaman Ini Buka / Tutup
Kecemasan penulis tentang berbicara di depan umum mulai terasa masuk akal mengingat ia sebenarnya memiliki rasa aman, cinta, dan rasa memiliki sejak kecil maupun saat dewasa di Washington, termasuk persahabatan dan kesempatan-kesempatan besar. Ia sempat mengerjakan pidato untuk Presiden Bill Clinton sebagai mahasiswa magang, lalu menjadi penulis pidato di Pentagon hingga kepala penulis pidato menteri pertahanan.
๐Kosakata(0) Buka / Tutup
Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (๐๏ธ) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!