Exolent Library

Who Moved My Cheese ?
Surrounded By Idiots
Steal Like An Artist
The Let Them Theory
Say It

Say It

Sedang Dibaca
๐Ÿ”ฅ 5% Selesai
Hal. 14 dari 297
๐Ÿ“‚

๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง English ๐Ÿ’ก Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan โœฅ

In many ways, Washington can feel like a small town run by alumni of the country's most elite schools. It's often only a matter of time in any conversation before someone asks where you went to college, or graduate school (I didn't). And when you answer, you can almost feel yourself being sized up, assigned to your place in the hierarchy. Truth be told, speechwriting was, at first, something of a fallback. In college, I dreamed of becoming a lawyer and imagined myself arguing history-making cases before the Supreme Court.
Exolent Course Hal. 14

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Bahasa Indonesia โœฅ

Dalam banyak hal, Washington bisa terasa seperti kota kecil yang dikuasai para alumnus sekolah-sekolah elite negeri ini. Dalam percakapan apa pun, biasanya hanya soal waktu sebelum seseorang bertanya di mana kau kuliah, atau sekolah pascasarjana (aku tidak). Dan saat kau menjawab, kau hampir bisa merasakan dirimu sedang dinilai, ditempatkan pada posisimu dalam hierarki. Sejujurnya, menulis pidato pada awalnya hanyalah semacam pilihan cadangan. Semasa kuliah, aku bermimpi menjadi seorang pengacara dan membayangkan diriku berargumen dalam kasus-kasus bersejarah di depan Mahkamah Agung.
Exolent Hal. 14

๐Ÿ“ Catatan
โœฅ

Riwayat

๐Ÿ’ก Inti Halaman Ini Buka / Tutup

Washington terasa seperti kota kecil yang dikuasai alumnus sekolah elite, di mana pertanyaan soal almamater sering terasa seperti penilaian status sosial. Penulis menjelaskan bahwa menulis pidato awalnya hanya pilihan cadangan baginya, karena semasa kuliah ia sebenarnya bermimpi menjadi pengacara dan beracara di Mahkamah Agung.

๐Ÿ“‘Kosakata(0) Buka / Tutup

Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (๐Ÿ–๏ธ) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!

ยซ Hal. 14 / 297 ยป