๐ฌ๐ง English ๐ก Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan โฅ
Why is this experienceโ this "current of emotion"โ between a speaker and their audience so powerful?
It turns out it's deeply rooted in our brains.
Researchers at Princeton conducted a fascinating series of studies in which speakers spoke to audiences while fMRIs scanned the parts of their brains that process sound and language.
At first, everyone's brain waves were different.
But as the speakers talked, people's brain wavesโ the speakers' and the listeners'โ began to align.
Exolent Course
Hal. 171
๐ฎ๐ฉ Bahasa Indonesia โฅ
Mengapa pengalaman iniโ "arus emosi" iniโ begitu kuat antara pembicara dan audiensnya?
Ternyata hal ini berakar dalam di otak kita.
Para peneliti di Princeton melakukan serangkaian studi yang menarik, di mana para pembicara berbicara kepada audiens sementara fMRI memindai bagian-bagian otak mereka yang memproses suara dan bahasa.
Pada awalnya, gelombang otak setiap orang berbeda-beda.
Namun seiring pembicara berbicara, gelombang otak orang-orangโ baik pembicara maupun pendengarโ mulai menyelaraskan diri.
Exolent
Hal. 171
๐ Catatan
โฅ
๐ก Inti Halaman Ini Buka / Tutup
Arus emosi antara pembicara dan audiens ternyata berakar dalam di otak, seperti ditunjukkan sebuah studi fMRI di Princeton yang memindai otak pembicara dan pendengar. Pada awalnya gelombang otak setiap orang berbeda, tetapi seiring pembicara berbicara, gelombang otak pembicara dan pendengar mulai menyelaraskan diri.
๐Kosakata(0) Buka / Tutup
Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (๐๏ธ) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!