Exolent Library

Who Moved My Cheese ?
Surrounded By Idiots
Steal Like An Artist
The Let Them Theory
Say It

Say It

Sedang Dibaca
๐Ÿ”ฅ 58% Selesai
Hal. 172 dari 297
๐Ÿ“‚

๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง English ๐Ÿ’ก Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan โœฅ

The researchers call this "neural coupling." One of the researchers, Uri Hasson, a professor of psychology and neuroscience at Princeton, explained it to me this way: communicationโ€” like a speechโ€” is "a single act that connects and unifies the two brains of the speaker and listener. The more our brain patterns align, the better we understand each other." Deep down, maybe we've always known this. Think of how we describe a great speaker.
Exolent Course Hal. 172

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Bahasa Indonesia โœฅ

Para peneliti menyebutnya "penggandengan saraf" (neural coupling). Salah satu peneliti, Uri Hasson, seorang profesor psikologi dan neurosains di Princeton, menjelaskannya kepadaku seperti ini: komunikasiโ€” seperti sebuah pidatoโ€” adalah "sebuah tindakan tunggal yang menghubungkan dan menyatukan dua otak, otak pembicara dan otak pendengar. Semakin selaras pola otak kita, semakin baik kita saling memahami." Jauh di lubuk hati, mungkin kita selalu tahu hal ini. Pikirkan bagaimana kita menggambarkan seorang pembicara hebat.
Exolent Hal. 172

๐Ÿ“ Catatan
โœฅ

Riwayat

๐Ÿ’ก Inti Halaman Ini Buka / Tutup

Para peneliti menyebut fenomena ini 'penggandengan saraf', dan peneliti Uri Hasson menjelaskan bahwa komunikasi seperti pidato menghubungkan dan menyatukan otak pembicara serta pendengar; semakin selaras pola otaknya, semakin baik mereka saling memahami. Penulis menduga jauh di lubuk hati kita sebenarnya sudah lama menyadari hal ini lewat cara kita menggambarkan pembicara hebat.

๐Ÿ“‘Kosakata(0) Buka / Tutup

Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (๐Ÿ–๏ธ) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!

ยซ Hal. 172 / 297 ยป