๐ฌ๐ง English ๐ก Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan โฅ
The researchers call this "neural coupling."
One of the researchers, Uri Hasson, a professor of psychology and neuroscience at Princeton, explained it to me this way: communicationโ like a speechโ is "a single act that connects and unifies the two brains of the speaker and listener.
The more our brain patterns align, the better we understand each other."
Deep down, maybe we've always known this.
Think of how we describe a great speaker.
Exolent Course
Hal. 172
๐ฎ๐ฉ Bahasa Indonesia โฅ
Para peneliti menyebutnya "penggandengan saraf" (neural coupling).
Salah satu peneliti, Uri Hasson, seorang profesor psikologi dan neurosains di Princeton, menjelaskannya kepadaku seperti ini: komunikasiโ seperti sebuah pidatoโ adalah "sebuah tindakan tunggal yang menghubungkan dan menyatukan dua otak, otak pembicara dan otak pendengar.
Semakin selaras pola otak kita, semakin baik kita saling memahami."
Jauh di lubuk hati, mungkin kita selalu tahu hal ini.
Pikirkan bagaimana kita menggambarkan seorang pembicara hebat.
Exolent
Hal. 172
๐ Catatan
โฅ
๐ก Inti Halaman Ini Buka / Tutup
Para peneliti menyebut fenomena ini 'penggandengan saraf', dan peneliti Uri Hasson menjelaskan bahwa komunikasi seperti pidato menghubungkan dan menyatukan otak pembicara serta pendengar; semakin selaras pola otaknya, semakin baik mereka saling memahami. Penulis menduga jauh di lubuk hati kita sebenarnya sudah lama menyadari hal ini lewat cara kita menggambarkan pembicara hebat.
๐Kosakata(0) Buka / Tutup
Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (๐๏ธ) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!