๐ฌ๐ง English ๐ก Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan โฅ
Maybe it was the fear of failure.
Nothing concentrates the mind like a deadline โor the president not being "pleased" with your work.
It was also easier to write when I remembered a simple rule: Good speeches, like so many great plays and performances, can often be boiled down to three acts: a beginning, a middle, and an end.
Sounds too simple to be true, right?
I confess, I didn't quite get it when I first heard it myself.
Exolent Course
Hal. 288
๐ฎ๐ฉ Bahasa Indonesia โฅ
Mungkin itu karena rasa takut gagal.
Tidak ada yang memusatkan pikiran sebaik tenggat waktu โatau presiden yang tidak "senang" dengan hasil kerjamu.
Menulis juga jadi lebih mudah ketika aku ingat sebuah aturan sederhana: pidato yang baik, seperti banyak pertunjukan dan drama hebat, sering kali bisa diringkas menjadi tiga babak: awal, tengah, dan akhir.
Kedengarannya terlalu sederhana untuk jadi benar, bukan?
Aku mengaku, aku sendiri tidak sepenuhnya paham saat pertama kali mendengarnya.
Exolent
Hal. 288
๐ Catatan
โฅ
๐ก Inti Halaman Ini Buka / Tutup
Kemungkinan draf itu akhirnya selesai karena rasa takut gagal dan tekanan tenggat waktu, tapi menulis juga jadi lebih mudah setelah penulis mengingat aturan sederhana bahwa pidato yang baik bisa diringkas menjadi tiga babak: awal, tengah, dan akhir. Ia mengaku aturan ini terdengar terlalu sederhana untuk benar dan awalnya ia sendiri tidak sepenuhnya memahaminya.
๐Kosakata(0) Buka / Tutup
Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (๐๏ธ) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!