Exolent Library

Who Moved My Cheese ?
Surrounded By Idiots
Steal Like An Artist
The Let Them Theory
Say It

Say It

Sedang Dibaca
๐Ÿ”ฅ 97% Selesai
Hal. 288 dari 297
๐Ÿ“‚

๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง English ๐Ÿ’ก Klik kata apa saja untuk melihat terjemahan โœฅ

Maybe it was the fear of failure. Nothing concentrates the mind like a deadline โ€”or the president not being "pleased" with your work. It was also easier to write when I remembered a simple rule: Good speeches, like so many great plays and performances, can often be boiled down to three acts: a beginning, a middle, and an end. Sounds too simple to be true, right? I confess, I didn't quite get it when I first heard it myself.
Exolent Course Hal. 288

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Bahasa Indonesia โœฅ

Mungkin itu karena rasa takut gagal. Tidak ada yang memusatkan pikiran sebaik tenggat waktu โ€”atau presiden yang tidak "senang" dengan hasil kerjamu. Menulis juga jadi lebih mudah ketika aku ingat sebuah aturan sederhana: pidato yang baik, seperti banyak pertunjukan dan drama hebat, sering kali bisa diringkas menjadi tiga babak: awal, tengah, dan akhir. Kedengarannya terlalu sederhana untuk jadi benar, bukan? Aku mengaku, aku sendiri tidak sepenuhnya paham saat pertama kali mendengarnya.
Exolent Hal. 288

๐Ÿ“ Catatan
โœฅ

Riwayat

๐Ÿ’ก Inti Halaman Ini Buka / Tutup

Kemungkinan draf itu akhirnya selesai karena rasa takut gagal dan tekanan tenggat waktu, tapi menulis juga jadi lebih mudah setelah penulis mengingat aturan sederhana bahwa pidato yang baik bisa diringkas menjadi tiga babak: awal, tengah, dan akhir. Ia mengaku aturan ini terdengar terlalu sederhana untuk benar dan awalnya ia sendiri tidak sepenuhnya memahaminya.

๐Ÿ“‘Kosakata(0) Buka / Tutup

Belum ada kata yang ditandai. Aktifkan ikon stabilo (๐Ÿ–๏ธ) di navigasi bawah, lalu klik kata di teks bacaan!

ยซ Hal. 288 / 297 ยป